Minggu, 28 April 2024

Seputar Aristoteles (384-322 SM)

Pada blog kali ini saya akan, menyajikan seputar Aristoteles beserta beberapa karyanya. 



Aristoteles dikenal sebagai Bapak Metode Ilmiah Modern. la ahli dalam bidang filsafat dan biologi. la dilahirkan di Stageria, Yunani Utara, pada tahun 384 SM. Ayahnya seorang dokter pribadi Raja Macedonia, Amyntas. Karena hidupnya di lingkungan istana, ia mewarisi keahliannya dalam pengetahuan empiris dari ayahnya. Pada usia 17 tahun, ia dikirim ke Athena untuk belajar di Akademia Plato selama kira-kira 20 tahun hingga Plato meninggal. Beberapa lama, ia menjadi pengajar di Akademia Plato untuk mengajar logika dan retorika.

 

Setelah Plato meninggal dunia, Aristoteles bersama rekannya, Xenokrates, meninggalkan Athena karena ia tidak setuju dengan pen- dapat pengganti Plato di Akademia tentang filsafat. Tiba di Assos, Aristoteles dan rekannya mengajar di sekolah Assos. Di sini, Aristoteles menikah dengan Pythias. Pada tahun 345 SM, kota Assos diserang oleh tentara Persia, rajanya (rekan Aristoteles) dibunuh, kemudian Aristoteles dengan kawan-kawannya melarikan diri ke Mytiline Pulau Lesbos, tidak jauh dari Assos.

 

Karya-karya Aristoteles berjumlah delapan pokok bahasan, yakni logika, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisika-yang oleh Aristoteles dinamakan sebagai filsafat pertama atau theologia-etika, politik dan ekonomi, serta retorika dan putika.

 

Adapun pokok-pokok pemikiran Aristoteles, di antaranya sebagai berikut:

 

a. Ajaran Aristoteles tentang logika. Logika tidak dipakai oleh Aristoteles. la memakai istilah analitika. Istilah logika pertama kali muncul pada abad ke-1 M oleh Cicero, yang artinya ialah seni berdebat. Kemudian, Alexander Aphrodisias (abad III M) orang pertama yang memakai kata logika, yang artinya ilmu yang menyelidiki lurus atau tidaknya pemikiran kita. Menurut Aristoteles, berpikir harus dilakukan dengan bertitik tolak pada pengertian-pengertian sesuatu benda. Suatu pengertian memuat dua golongan, yaitu substansi (sebagai sifat umum), dan aksidensia (sebagai sifat yang secara tidak kebetulan). Dari dua golongan tersebut, terurai menjadi sepuluh macam kategori, yaitu:

 

1) Substansi (hal-hal yang bersifat nyata dan yang sungguh-sungguh bereksistensi), 215 (manusia, binatang).

2) Kuantitas (satu, dua).

3) Kualitas (merah, baik).

4) Relasi (rangkap, separuh).

5) Tempat (di rumah, di pasar).

6) Waktu (sekarang, besok).

7) Keadaan (duduk, berjalan).

8) Mempunyai (berpakaian, bersuami).

9) Berbuat (membaca, menulis).

10) Menderita (terpotong, tergilas).

 

Sampai sekarang, Aristoteles dianggap sebagai Bapak Logika Tradisional.

b. Ajaran Aristoteles tentang silogisme. Menurut Aristoteles, penge- tahuan manusia hanya dapat dimunculkan dengan dua cara, yaitu induksi dan deduksi. Induksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak pada hal-hal yang khusus untuk mencapai kesimpulan yang sifatnya umum. Sementara itu, deduksi adalah proses berpikir yang bertolak pada dua kebenaran yang tidak diragukan untuk mencapai kesimpulan sebagai kebenaran yang ketiga. Menurut pendapatnya, deduksi ini merupakan jalan yang baik untuk melahirkan pengetahuan. Berpikir deduksi, yaitu silogisme, yang terdiri atas premis mayor dan premis minor dan kesimpulan. Contoh, manusia adalah makhluk hidup (premis mayor). Dina adalah manusia (premis minor). Dina adalah makhluk hidup (kesimpulan).

 

c. Ajaran Aristoteles tentang pengelompokan ilmu pengetahuan. Aristoteles mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi tiga golongan, yaitu:

1) Ilmu pengetahuan praktis (etika dan politik).

2) Ilmu pengetahuan produktif (teknik dan kesenian).

3) Ilmu pengetahuan teoretis (fisika , matematika, dan metafisika).

 

d. Ajaran Aristoteles tentang aktus dan potensia. Mengenai realitas atau yang ada, Aristoteles tidak sependapat dengan gurunya, Plato, yang mengatakan bahwa realitas itu ada pada dunia ide. Menurut Aristoteles, yang ada itu berada pada hal-hal yang khusus dan konkret. Dengan kata lain, titik tolak ajaran atau pemikiran Aristoteles dikenal sebagai Bapak Metode Ilmiah Modern. la ahli dalam bidang filsafat dan biologi. la dilahirkan di Stageria, Yunani Utara, pada tahun 384 SM. Ayahnya seorang dokter pribadi Raja Macedonia, Amyntas. Karena hidupnya di lingkungan istana, ia mewarisi keahliannya dalam pengetahuan empiris dari ayahnya. Pada usia 17 tahun, ia dikirim ke Athena untuk belajar di Akademia Plato selama kira-kira 20 tahun hingga Plato meninggal. Beberapa lama, ia menjadi pengajar di Akademia Plato untuk mengajar logika dan retorika.

Setelah Plato meninggal dunia, Aristoteles bersama rekannya, Xenokrates, meninggalkan Athena karena ia tidak setuju dengan pen- dapat pengganti Plato di Akademia tentang filsafat. Tiba di Assos, Aristoteles dan rekannya mengajar di sekolah Assos. Di sini, Aristoteles menikah dengan Pythias. Pada tahun 345 SM, kota Assos diserang oleh tentara Persia, rajanya (rekan Aristoteles) dibunuh, kemudian Aristoteles dengan kawan-kawannya melarikan diri ke Mytiline Pulau Lesbos, tidak jauh dari Assos.

Karya-karya Aristoteles berjumlah delapan pokok bahasan, yakni logika, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisika-yang oleh Aristoteles dinamakan sebagai filsafat pertama atau theologia-etika, politik dan ekonomi, serta retorika dan putika.

Adapun pokok-pokok pemikiran Aristoteles, di antaranya sebagai berikut:

a. Ajaran Aristoteles tentang logika. Logika tidak dipakai oleh Aristoteles. la memakai istilah analitika. Istilah logika pertama kali muncul pada abad ke-1 M oleh Cicero, yang artinya ialah seni berdebat. Kemudian, Alexander Aphrodisias (abad III M) orang pertama yang memakai kata logika, yang artinya ilmu yang menyelidiki lurus atau tidaknya pemikiran kita. Menurut Aristoteles, berpikir harus dilakukan dengan bertitik tolak pada pengertian-pengertian sesuatu benda. Suatu pengertian memuat dua golongan, yaitu substansi (sebagai sifat umum), dan aksidensia (sebagai sifat yang secara tidak kebetulan). Dari dua golongan tersebut, terurai menjadi sepuluh macam kategori, yaitu:

1) Substansi (hal-hal yang bersifat nyata dan yang sungguh-sungguh bereksistensi), 215 (manusia, binatang).

2) Kuantitas (satu, dua).

3) Kualitas (merah, baik).

4) Relasi (rangkap, separuh).

5) Tempat (di rumah, di pasar).

6) Waktu (sekarang, besok).

7) Keadaan (duduk, berjalan).

8) Mempunyai (berpakaian, bersuami).

9) Berbuat (membaca, menulis).

10) Menderita (terpotong, tergilas).

Sampai sekarang, Aristoteles dianggap sebagai Bapak Logika Tradisional.

b. Ajaran Aristoteles tentang silogisme. Menurut Aristoteles, penge- tahuan manusia hanya dapat dimunculkan dengan dua cara, yaitu induksi dan deduksi. Induksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak pada hal-hal yang khusus untuk mencapai kesimpulan yang sifatnya umum. Sementara itu, deduksi adalah proses berpikir yang bertolak pada dua kebenaran yang tidak diragukan untuk mencapai kesimpulan sebagai kebenaran yang ketiga. Menurut pendapatnya, deduksi ini merupakan jalan yang baik untuk melahirkan pengetahuan. Berpikir deduksi, yaitu silogisme, yang terdiri atas premis mayor dan premis minor dan kesimpulan. Contoh, manusia adalah makhluk hidup (premis mayor). Dina adalah manusia (premis minor). Dina adalah makhluk hidup (kesimpulan).

c. Ajaran Aristoteles tentang pengelompokan ilmu pengetahuan. Aristoteles mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi tiga golongan, yaitu:

1) Ilmu pengetahuan praktis (etika dan politik).

2) Ilmu pengetahuan produktif (teknik dan kesenian).

3) Ilmu pengetahuan teoretis (fisika , matematika, dan metafisika).

d. Ajaran Aristoteles tentang aktus dan potensia. Mengenai realitas atau yang ada, Aristoteles tidak sependapat dengan gurunya, Plato, yang mengatakan bahwa realitas itu ada pada dunia ide. Menurut Aristoteles, yang ada itu berada pada hal-hal yang khusus dan konkret. Dengan kata lain, titik tolak ajaran atau pemikiran filsafatnya adalah ajaran Plato tentang ide. Realitas yang sungguh- sungguh ada bukanlah yang umum dan yang tetap seperti yang dikemukakan Plato, tetapi realitas terdapat pada yang khusus dan yang individual. Keberadaan manusia bukan di dunia ide, tetapi manusia berada yang satu per satu. Dengan demikian, realitas itu terdapat pada yang konkret, yang bermacam-macam, yang berubah-ubah. Itulah realitas yang sesungguhnya.

e. Ajaran Aristoteles tentang pengetahuan. Menurut Aristoteles, terdapat dua macam pengenalan, yaitu pengenalan indrawi dan pengenalan rasional. Dengan pengenalan indrawi, kita dapat memperoleh pengetahuan tentang bentukbenda (bukanmaterinya) dan hanya mengenal hal-hal yang konkret. Sementara itu, dengan pengenalan rasional, kita bisa memperoleh pengetahuan tentang hakikat dari suatu benda. Dengan pengenalan rasional ini, kita dapat menuju satu-satunya ilmu pengetahuan. Cara untuk menuju ilmu pengetahuan adalah dengan teknik abstraksi. Abstraksi artinya melepaskan sifat-sifat atau keadaan yang secara kebetulan, sehingga tersisa sifat atau keadaan yang secara kebetulan, yaitu intisari atau hakikat suatu benda.

f. Ajaran Aristoteles tentang etika. Aristoteles mempunyai perhatian yang khusus terhadap masalah etika. Karena etika bukan di- peruntukkan sebagai cita-cita, tetapi dipakai sebagai hukum kesusilaan. Menurut pendapatnya, tujuan tertinggi hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). Kebahagiaan adalah suatu keadaan segala sesuatu yang termasuk dalam keadaan bahagia telah berada dalam diri manusia. Jadi, bukan sebagai kebahagiaan subjektif. Kebahagiaan harus sebagai aktivitas yang nyata, dan dengan perbuatannya itu, dirinya semakin disempurnakan. Kebahagiaan manusia yang tertinggi adalah berpikir murni.

g. Ajaran Aristoteles tentang agama. Menurut Aristoteles, negara akan damai apabila rakyatnya juga damai. Negara yang paling baik adalah negara dengan sistem demokrasi moderat, artinya sistem demokrasi yang berdasarkan pada Undang-Undang Dasar.

Beberapa karya tulis terkenal Aristoteles yaitu:

Politica

Politica adalah karya tulis Aristoteles yang membahas tentang negara hukum. Perumusan negara dalam pemikiran Aristoteles tidak berkaitan dengan manusia sebagai pemerintah. Suatu negara diperintah oleh hukum yang mengatur standar keadilan dan kesusilaan. Hukum berperan membentuk pribadi manusia yang bersifat baik dengan norma susila dan rasa keadilan yang tinggi. Negara hukum dapat terbentuk melalui warga negara yang mendasari kehidupannya dengan keadilan sebagai pemerintahnya. Hukum berperan untuk menentukan kewenangan atas hak yang diterima oleh warga negara.

Etika Nikomakea

Dalam bukunya yang berjudul Etika Nikomakea, Aristoteles menjelaskan bahwa manusia memiliki dua jenis kebijaksanaan. Keberadaan keduanya menjadi bagian utama dari kehidupan manusia. Masing-masing adalah kebijaksanaan teoretis dan kebijaksanaan praktis. Kebijaksanaan teoretis digunakan oleh manusia untuk memahami alam semesta. Manusia memperoleh pemahaman mengenai alam semesta dan segala sesuatu yang ada melalui pengamatan dengan kebijaksanaan teoretis. Sementara itu, kebijakan praktis berkaitan dengan moral dan etika. Segala sesuatu yang ada di dunia dinilai berdasarkan kebaikan dan keburukan yang dimiliki serta menjadi dasar keberadaannya. Aristoteles meyakini bahwa manusia yang memiliki dua jenis kebijaksanaan ini akan menjadi manusia yang bijaksana.

Organon

Aristoteles menganggap logika sebagai ilmu yang digunakan untuk melakukan penyimpulan atas sesuatu secara tepat. Logika dijadikannya sebagai dasar bagi segala jenis pengetahuan. Pemikirannya mengenai logika ia sampaikan dalam kumpulan tulisan yang diberi nama To Organon (atau cukup disebut Organon). Nama ini berarti metode untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Dalam tulisan-tulisannya ini, Aristoteles mengutamakan persoalan mengenai silogisme. Organon terbagi menjadi enam bab yang masing-masing membahas satu konsep tertentu. Secara berurut, konsep yang dibahas ialah kategori, proposisi, silogisme, pembuktian, seni berdebat dan sesat pikir. Organon merupakan karya yang menjadikan logika sebagai ilmu. Pola pengembangan ilmu yang dihasilkannya dimulai dari pembentukan gagasan, lalu pengambilan keputusan, dan diakhiri dengan proses pemikiran.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sajikan untuk Kalian kritisi tentang Aristoteles. Mungkin banyak kekurangan yang terdapat di dalam blog ini. 

Senin, 04 Maret 2024

 Menemukan diri dalam Kajian Seni rupa dan desain

Sedikit kata yang ingin disampaikan.

Lagi dan lagi, ekspektasiku terlalu tinggi, realita membantingku ke dasar bumi, sadar seketika; menyakitkan. Tak akan ada yang mengerti, semua harus diberi isyarat, sangat melelahkan;kali ini, aku diam. Bohong jika tak ada air mata. Namun, apa yang aku harapkan? Tidak ada harapan sama sekali;yang paling mengerti adalah diriku sendiri. Cukup aku;menyayangi diriku dengan hebat. Sampai kapanpun;tidak akan ada orang lain yang mampu menyayangiku. Rata-rata, semua pandai menyakitiku. Dengan sadar atau tidak, semua menciptakan luka hebat.

Sebelum memperkenalkan diri, welcom to my first blog. Izinkan saya memperkenalkan diri, Namaku Muhammad Bagaskara Al Syawaluddin Saputra biasa dipanggil Bagas, Baskara. Seorang remaja berusia 24 tahun yang berkelahiran di Balikpapan, Kalimantan Timur dan sedang menjalani pendidikan disalah satu Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA). Awal masuk Unindra tahun 2020, yaa saat itu saya sedang menempuh semester 1 dijurusan Teknik Informatika karena ada ketidak cocokan di Informatika saya pindah jurusan pada tahun 2022 yang dimana pada saat itu saya sedang naik kesemester 5. Akhirnya dengan banyak cobaan saya pindah dengan jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual).

Sedari masih di bangku sekolah SD saya suka sekali menggambar,banyak hal yang saya suka tentang seni. Pelajaran yang paling ditunggu sewaktu sekolah itu pelajaran menggambar karena saya selalu mendapatkan nilai bagus dipelajaran itu. Sewaktu di SMP dan ternyata ketika saya dibangku SMA ada lomba melukis dan ternyata guru saya memasukan nama saya agar ikut serta, setalah mengikuti lomba tersebut saya senang mendalami hal melukis dan makin kesini gambar serta lukisan saya hanya bisa dinikmati oleh saya sendiri. Dari situ saya tidak dapat dukungan dari keluarga untuk mengikuti program atau kelas melukis, alhasil keluarga meminta saya untuk berkuliah dengan jurusan Teknik Informatika. saya menjalani diinformatika sampai naik semester 5, karena disitu penerimaan mahasiswa baru akhirnya saya mencoba untuk pindah jurusan ke DKV. Jurusan yang saya inginkan sejak kelas 12 SMA. selain suka membuat tulisan, puisi, cerpen, melukis dan menggambar saya juga suka memotret moment yang tidak dapat saya ulang dikemudian hari. 

Ketika saya berada dijurusan DKV banyak hal yang saya pelajari disana, banyak hal baru juga yang saya dapatkan begitupun teman. Ternyata setelah saya masuk DKV akan terlihat seru dan mudah, tapi nyatanya tidak seperti yang dibayangkan. Saya harus beradaptasi dengan hal baru yang belum pernah saya lakukan, seperti membuat desain logo, animasi dan nirmana. Saya punya keinginan untuk lulus tepat waktu dan saya juga ingin menguasai banyak bidang yang tidak pernah saya pelajari.

Harapan saya setelah lulus DKV saya ingin menjadi seorang konten kreator, menjadi pelukis yang terkenal meskipun selalu menutupi jati diri dan mungkin masih banyak hal yang saya harapkan ketika saya lulus nanti.

Semoga Blog ini dapat memberi inspirasi dan pemahaman bagi para pembaca. Dalam setiap jalan dan keputusan yang diambil kita harus tetap semangat dan berusaha agar apa yang ingin kita capai tercapai. Jangan pernah ragu untuk mengambil keputusan, jangan ragu untung mencapai impian hadapi semuanya dengan tenang dan anggap saja semua masalah yang datang itu sebagai permainan yang harus diselesaikan. Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca blog ini. Sampai jumpa dikesempatan yang akan datang.

ANALISIS PRAGMATIK DAN SEMIOTIKA DALAM KARYA SENI LUKIS SCHOOL OF ATHENS KARYA RAFFAELLO SANZIO     1.         PENDAHULUAN Karya Seni Lukis ...